suratkabarelektronik

Ketum FBB H. Moch. Soleh MA. Angkat Bicara Terkait Pengangkatan Wantimpres

Tangerang. Beranda Lentera Nusantara. Pasca reshuffle kabinet dan pelantikan Menteri, Wakil Menteri dan Dewan Pertimbangan Presiden ( Wantimpres ) oleh Prabowo Subianto, banyak pihak yang menanggapi pengangkatan para pembantu Presiden, ada yang pro, ada juga yang kontra dan ada pula yang menyisakan rasa kecewanya, termasuk Ketua Umum Ormas Frent Banten Bersatu (FBB) H. Moch. Soleh MA., yang ikut angkat bicara terkait reshuffle kabinet, khususnya pengangkatan Wantimpres.

Saat di jumpai di kediamannya, Ketum  Ormas FBB, mengatakan, " koq orang orang yang mencaci maki, menghujat dan selalu menghina semua keputusan dan kebijakan alias nyeleneh, malah di lantik. Sementara yang berdarah darah turut serta menjadikan, tidak di hiraukan. Keputusan macam apa ini ", tutur  H. Moch. Soleh, MA. Beliau selain Ketua Umum Ormas FBB dan Ketua Koordinator Relawan Bolonemase Banten, juga Ketua DPW Pas - Gibran Provinsi Banten yang sah dan ada SK nya.

H. Moch. Soleh yang sempat berdarah darah di pilpres 2024 membela dan  berjuang untuk kemenangan 02 Prabowo - Gibran dengan biaya sendiri alias mandiri. Tanpa ada sokongan biaya dari pihak manapun. Juga mengorbankan waktu, tenaga pikiran, keluarga dan harus berhadapan dengan keluarga yang beda pandangan (dukungan).

Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan politik yang mendalam yang sering terjadi dalam dinamika pasca-pemilu atau perombakan jabatan strategis (seperti reshuffle kabinet atau pelantikan struktural). Dalam landskap politik dan organisasi, situasi di mana tokoh oposisi atau pengkritik keras justru mendapatkan panggung jabatan, sementara para kader atau relawan yang berjuang "berdarah-darah" seolah diabaikan.

Biasanya di dorong oleh beberapa alasan taktis, Strategi Akomodasi Politik (Rangkul Lawan) : Pemimpin sering kali memilih untuk merangkul dan melantik pihak yang vokal atau "nyeleneh".

" Dengan tujuan meredam kritik, menciptakan stabilitas, dan memperkuat posisi koalisi agar tidak diganggu dari luar. Namun tetap harus ingat dan bisa menanamkan balas budi kepada yang sudah ikut berjuang. Tidak mengabaikan nya, karena kami jalan bukan di politik praktis tapi bermodal sendiri alias mandiri, maka wajar kalau kami mengungkapkan rasa sakit hati dan kecewa ini ", pungkas H. Moch. Soleh MA yang kecewa dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait pengangkatan Wantimpres.


MS